Seringkali saya menemukan suatu pernyataan, sehingga menimbulkan pertanyaan, lalu terjadi diskusi, jika gak klop (sering) maka terjadi perdebatan, diakhiri dengan kekecewaan. Rata2 seperti ini:

Pernyataan: Mari kembali ke Alqur'an dan Sunnah. (kali ini kita fokus ke Alqur'an,),,
Pertanyaan: Gmn caranya kembali ke Alqur'an? Bisa jelasin cara biar paham dan mengaplikasikan? Cm baca? Isi kandungan Alqur'an gmn? Jelasin dong,,
Debat: Nanti ada yg bilang baca aja Alqur'an dan artinya, trus amalkan. Ada jg yg bilang tanya ke ulama, tp ulama A,B,C, jangan ulama yg D,E,F, karena beda mahdzab, dianggap liberal, gak sependapat dg ustadz saya, etc dll dsb,,
Kecewa? Iya, karena yang tadi ngajak ternyata gk bisa jelasin, yang diajak gak dpt jawaban yg memuaskan,,
Dalam buku Membangun Peradaban Kita karya M.Fethullah Gulen menjelaskan bahwa Alqur'an merupakan firman Allah yg terlihat oleh mata batin, menembus perasaan, dan memperluas pemikiran. Alqur'an adalah sumber yg sangat kaya yg merangsang kerja pikiran.
Dengan prinsip fleksibilitas yg melekat pada berbagai macam penjelasan yg terkandung di dalamnya, Alqur'an selalu relevan di setiap masa. Semua itu tertuang dalam ayat2 Alqur'an yg beragam sifatnya: muhkam, mutasyabih, nash, zhahir, mujmal, mufashshal, dsb. Begitu pula dg kandungan implisit ayatnya yg tertuang dalam isyarat, tanda2, permisalan, perumpamaan, majas, kinayah, dsb. Namun tentu saja manfaat terbesar yg dapat digali dari Alqur'an selalu sepadan dg kemampuan akal manusia untuk menjangkaunya.
Sekali lagi: Namun tentu saja manfaat terbesar yg dapat digali dari Alqur'an selalu sepadan dg kemampuan akal manusia untuk menjangkaunya.
Orang2 yg memandang Alqur'an secara sempit dan picik, atau mereka yg memiliki niat menyimpang, pasti tidak akan pernah mengetahui kedalaman maknanya. Jiwa2 terpenjara yg pikirannya terkukung tidak akan pernah mengetahui berbagai rahasia yg terdapat di dalam kandungan ayat2 kitab suci ajaib ini. Orang2 itu tidak pernah dapat menjangkau ketinggian mukjizat Alqur'an, malah membuat kedudukan mulia Alqur'an terkerangkeng dalam pemikiran manusia yg sempit.
Ungkapan di atas membuat saya merasa menjadi manusia terbodoh di dunia. Tapi saya ttp berpikir tidak ada salahnya mengajak orang ke kebaikan, kembali ke Alqur'an kan pasti baik. Hanya jk orang minta penjelasan, saya cm bisa bilang: cari lah ulama yg betul2 kompeten, menguasai hal2 yg disebut di atas ttg kandungan ayat2 Alqur'an, terlepas engkau suka atau tidak sama ulama itu. Lalu jika saya diajak, dan yg mengajak gk bisa jelasin, ya udah gpp, senyum aja :)
Wallahu 'alam
ConversionConversion EmoticonEmoticon