Ketika Rasulullah Menjadi “Penyiar” Radio

Pada suatu sore, seperti biasa aku nyalakan Radio Seulaweut 91.0 FM untuk mendengarkan berita, nasyid, dan ceramah. Alunan lagu-lagu nasyid sungguh enak untuk di dengar, seperti  lagu tentang Allah, Rasulullah, kehidupan, dan cinta. Selesai nasyid, aku mendengar ceramah tentang Rasulullah yang dibawakan oleh seorang Ustadz. Mendengar nama Rasulullah memang seharusnya kita rindu, selalu memperbanyak sholawat, memegang teguh warisan beliau yang agung yaitu Alqur’an dan Sunnah. Aku pun merenung membayangkan kehidupan beliau 14 abad yang lalu, dan seandainya beliau masih hidup di zaman ini, memberikan ceramah-ceramah, nasehat kepada kita semua, apalagi jika beliau menjadi penyiar radio, pasti keren.

Semua penjelasan yang disampaikan Rasulullah selalu enak didengar. Kata-kata beliau begitu memesona dan langsung menyentuh relung hati siapapun yang mendengarnya. Sabda beliau mampu menundukkan akal, menggairahkan perasaan, dan bahkan mampu membawa jiwa para penyimaknya terbang ke langit.
                
Lalu aku mencoba membuka website Radio Seulaweut di internet, aku baca berita-berita yang bernuansa Islami, ada yang tentang ceramah Ulama dari Arab Saudi di Banda Aceh, Polwan di Riau sudah berjilbab, sampai berita internasional seperti kasus Charlie Hebdo Prancis. Sampai aku baca sesuatu yang menarik, yaitu VISI Radio Seulaweut yang 3N (News, Nasyid, Nida’). Visi yang selaras dengan cara Rasulullah dalam menyebarkan Islam agar di dengar dan merasuk ke hati pendengarnya. Mari kita buktikan:
  • News (Berita)
Salah satu tujuan Rasulullah Saw di utus ke dunia ini adalah untuk menyampaikan risalah (wazhifah ar-risalah). Berita-berita yang Rasulullah sampaikan pun beragam, baik yang berhubungan dengan masa Rasulullah sendiri, berhubungan dengan masa depan yang dekat maupun yang jauh, dan berbagai fakta yang dijelaskan oleh Rasulullah yang maksudya baru dipahami setelah ilmu pengetahuan berkembang. Jadi penting sekali berita-berita faktual untuk disampaikan kepada umat.
  • Nasyid
Nasyid merupakan salah satu cara yang efektif untuk memperkenalkan, mengingatkan kita tentang Allah, Rasulullah, dan agama Islam Rahmatan Lil’alamin. Apalagi pemuda-pemudi umur 15-20 yang masih labil, masih susah untuk memahami tentang suri tauladan kita yaitu Rasulullah Saw. Lewat lagu nasyid bisa merasuk ke hati yang kering kerontang.

Sekitar 14 abad yang lalu para sahabat sewaktu membuat parit pada perang Khandaq juga melantunkan lagu dan syair, bahkan Rasulullah juga ikut bersyair bersama para sahabat. Pada saat penyambutan beliau di kota Madinah juga, para sahabat mendendangkan lagu kedatangan tamu mulia Rasulullah Saw.
  • Nida’ (berdakwah/menyeru) 
Visi radio Seulaweut yang terakhir ini merupakan inti dari semua visi sebelumnya, dengan menyampaikan berita secara faktual dan jujur, serta dengan lagu-lagu nasyid Islami bisa sekaligus jadi cara untuk berdakwah. Apalagi ada acara dengan mengundang narasumber seorang ulama ataupun ahli yang kompeten di dalamnya, pendengar pastinya akan tertarik dengan tema dakwah yang diangkat.

Dalam berdakwah, Rasulullah Saw memiliki landasan penting yang membuat subjek dakwah yang dituju terpesona, terpana dan diam membisu karena pengaruh beliau seakan-akan di atas kepala para pendengar ada burung yang sedang hinggap karena kondisi yang khusyuk. Landasan itu adalah sifat Fathanah (cerdas) beliau dalam dakwah dan menyampaikan, teladan yang baik dalam berdakwah, serta ridha Allah yang merupakan sasaran utama beliau dalam berdakwah.

Setiap kali Rasulullah Saw melontarkan kata-kata yang sarat mutiara hikmah, semua orang- tak peduli secerdas apapun orang itu- pasti akan mendengarkan. Setiap kata yang beliau ucapkan selalu terasa segar, matang, dan sekaligus menyejukkan seperti embun. Dari kata-kata Rasulullah itu lah mengalir sungai yang mengaliri lembah-lembah serta mengubah sahara yang kering menjadi taman yang indah.

Jika semua nabi-nabi di sepanjang sejarah merupakan pemain-pemain instrumen musik yang berhasil merangkai sebuah simfoni indah untuk memuji Allah Swt dalam sebuah okestra jagad raya maka Rasulullah adalah orang yang pantas menjadi konduktornya. (Fethullah Gulen: Cahaya Abadi Muhammad Saw)

Aku pun merasa beruntung bisa mendengarkan ceramah dari Radio Seulaweut 91.0 FM karena lebih bisa memahami tentang kehidupan Rasulullah, dan lagu-lagu nasyid yang pastinya enak di dengar dan menenangkan hati. Membayangkan seandainya Rasulullah menjadi penyiar radio, dengan kata-kata beliau yang luar biasa, dengan kemampuan Jawami Al-Kalim (menyusun kalimat singkat yang mengandung makna yang amat luas), umat akan tercerahkan dan hidup akan penuh dengan cahaya.

Ya Allah curahkanlah shalawat dan salam sebanyak bintang di langit kepada Rasulullah Saw, keluarga, dan sahabat beliau. Semoga kita mendapatkan pertolongan syafa’at beliau di akhirat kelak. Amin






Oldest

20 komentar

Click here for komentar
Anonim
admin
11 Maret 2015 pukul 06.13 ×

Mantap gan..

Reply
avatar
Anonim
admin
11 Maret 2015 pukul 07.50 ×

Luar biasa...meong meong

Reply
avatar
Anonim
admin
11 Maret 2015 pukul 21.24 ×

subhanaALLAH bagus banget...semoga bermanfaat buat kita semua ya...menambah kerinduan dan kecintaan kita pada Rasulullah SAW...:)

Reply
avatar
Ainur
admin
11 Maret 2015 pukul 22.40 ×

ketika membaca judulnya, saya sedikit mengercitkan kening (sambil mbayangin semisal Nabi Muhammad jadi penyiar radio beneran), karena tergelitik dengan judul "ketika Rasul menjadi Penyiar Radio". namun setelah membacanya, alhamdulillah saya jadi tahu maksud dari penulis. seiring dengan kemajuan jaman berkembangan pula teknologi, termasuk dalam syiar agama. dari segi positifnya kita bisa menimba dan menerima syiar agama, pendidikan, dan beberapa hal yang bermanfaat dari media yang sudah sangat pesat maju, mulai dari radio, tape, tv, hp dengan kecanggihanyya. namun segi negatifnya teknologi bisa saja digunakan untuk maksiat, kejahatan, dsb yang sangat merugikan beberapa pihak. radio saat ini sangat variatif dalam penyiarannya, termasuk dalam misi dakwah.
tetapi kenapa radio tidak ditemukan pada jaman nabi?ini ada hikmahnya jga lho....hehehe..coba bayangkan nek seandainya radio sudah ada pada jaman nabi muhammad. mungkin nabi muhammad akan syiar lewat radio dengan menjadi penyiar radio, dan malah manusia jadi pada malas, karena tidak mau datang ke majlis ta'lim, dan tempat kajian agama yang lain. bahkan bisa2 mereka pada ngiler di kamar pura2 ndengerin dakwah dari radio. piye jal...?n kalo radio sudah ada pada jaman nabi, mungkin kita bisa saja wajib tuh punya radio...lhhhhaaaaik.....(itu hanya pikiran saya saja..heheh).
yang terpenting dan menjadi pertanyaan bagi kita semua adalah, dengan adanya teknologi yang sedemikian pesat, apakah kita juga sudah memanfaatkannya untuk kebutuhan akhirat kita, mengaji, mencari referensi tentang agama, dan lain sebagainya...?punya radio yang diputer dangdut, punya gadget yang di cari yang aneh2...punya tv, tontonane sedikit sekali yang mendidik...ya toh...?
dari tulisan di atas, bisa kita simpulkan, manfaat teknologi itu tergantung siapa yang memanfaatkan, dan apa orientasi dari si pengguna teknologi itu...

Reply
avatar
Unknown
admin
12 Maret 2015 pukul 15.14 ×

Dari judulnya aja udh bombastis dan isinya luar biasaa. Good job maharesi agabey (y)

Reply
avatar
Unknown
admin
12 Maret 2015 pukul 21.24 ×

Wow mantap mas jam ;)

Reply
avatar
12 Maret 2015 pukul 21.24 ×

hahaha......saya pikir apaan.....rupanya subhanallah isinya bagus sekali :D

Reply
avatar
Unknown
admin
13 Maret 2015 pukul 10.15 ×

topik yang menarik....Rasulullah memiliki ragam sisi yang tak kan pernah habis untuk dikagumi. tentunya dalam pemaparan, penulis sudah berupaya memilih diksi yang menarik. adanya upaya tersebut terlihat dari hasil tulisan yang tergolong bagus dan bisa dinikmati. namun, tentu tak ada gading yang tak retak. pun pada tulisan ini masih terdapat beberapa bagian yang perlu mendapat koreksi. dalam sebuah paragraf ada baiknya hanya satu pokok pikiran saja yng dikembangkan dengan tujuan agar tiap paragraf memiliki kekhasan serta pokok pikiran yang dibahas secara detail. tentunya dengan pembahasan yang fokus pada masing-masing paragraf akan membuat tulisan ini menjadi lebih mudah dilahap pembaca pemula seperti saya... teruslah menulis karena Hidup bukan tentang 'Aku bisa', melainkan tentang 'Aku mencoba'... terimakasih karena telah mencoba menuliskan ilmu dan selamat karena telah berani menulis

Reply
avatar
Unknown
admin
19 Maret 2015 pukul 04.38 ×

Judulnya emang tertarik, apakah judul" kayak gini boleh?! Satu lagi ada gak referensinya? Suka liii terima kasih ya...

Reply
avatar
Anonim
admin
19 Maret 2015 pukul 05.15 ×

Waaww luar biasa ya, keren dan menggugah.... :D

Reply
avatar
Unknown
admin
25 Maret 2015 pukul 05.27 ×

Amin InsyaAllah, semoga tulisan ini mampu manambah pengetahuan dan cinta kepada Rasulullah Saw :)

Reply
avatar
Unknown
admin
25 Maret 2015 pukul 05.29 ×

Subhanallah, terima kasih atas masukan dan pemahaman dari sudut pandang yang berbeda tentang Rasulullah Saw :)

Reply
avatar
Unknown
admin
25 Maret 2015 pukul 05.31 ×

Çok tesekkur ederim hocam :)

Reply
avatar
Unknown
admin
25 Maret 2015 pukul 05.31 ×

Alhamdulillah makasih :)

Reply
avatar
Unknown
admin
25 Maret 2015 pukul 05.32 ×

Alhamdulillah terimakasih atas masukannya, semoga kedepannya tulisan2 menjadi lebih baik :)

Reply
avatar
Unknown
admin
25 Maret 2015 pukul 05.34 ×

Alhamdulillah çok tesekkur ederim hocam :)

Reply
avatar
Unknown
admin
25 Maret 2015 pukul 05.34 ×

Alhamdulillah, makasih :)

Reply
avatar